Minggu, 19 Februari 2012
Pencarian Korban Jembatan Ciampea Dihentikan Sementara
"Untuk sementara pencarian korban hilang sudah dihentikan, karena kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk melanjutkan pencarian," kata petugas piket Polsek Ciampea, Bripka Ateng, kepada detikcom, Minggu (19/2/2012).
Hingga saat ini, hasil pencarian menemukan satu korban tewas atas nama Umamah (35), warga kampung Pabuaran Rt 1 Rw 3 Desa Cibanteng, Ciampea. Jenazahnya dibawa ke RS Leuwiliang Bogor.
Tim SAR gabungan yang diturunkan pada pencarian ini sebanyak 98 orang. Mereka melakukan penyisiran dari tempat runtuhnya jembatan hingga 15 Km ke arah hilir.
"Pencarian akan dilanjutkan besok pagi," tutur Ateng.
Seperti diketahui jembatan bambu di Sungai Cihideung, Ciampea, Bogor, Jabar, ambruk pada pukul 10.00 WIB, Minggu (19/2/2012). 15 orang hanyut, satu orang tewas dan tujuh orang selamat. Sementara tujuh orang lainnya masih belum ditemukan.
Tujuh korban yang hanyut akibat ambruknya Jembatan Bambu Sungai Cihideung, Ciampea, Bogor, adalah anak-anak. Hingga saat ini, ketujuh korban tersebut belum ada yang ditemukan.
"Sebagian besar korban adalah anak-anak yang menyeberangi jembatan bambu," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilisnya kepada detikcom, Minggu (19/2/2012).
(fjp/fjp)
Baca Selanjutnya ...
Jembatan Ciampea Ambruk, 16 Orang Hanyut, Satu Tewas
Kanit Reskrim Polsek Ciampea AKP Dali Saputra menyatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu (19/2/2012). Para korban baru saja pulang pengajian di Kampus Darmaga. Begitu jembatan ambruk, korban langsung terseret arus.
"Arus sungai memang deras, jadi korban langsung terseret," katanya kepada detikcom melalui telepon.
Korban tewas atas nama Umama. Tubuhnya lebam. Diperkirakan karena benturan benda keras. Jenasahnya dibawa ke RS Leuwiliang Bogor. Sementara, 7 korban yang selamat telah kembali ke rumahnya.
Dali menambahkan, saat ini pihaknya masih mencari 8 korban lainnya dengan dengan menggunakan beberapa perahu. Satuan Penanggulangan Bencana (Tagana) BPBD Bogor dan polisi menyisir sungai dalam radius 1 Km.
"Kemungkinan, jembatan tidak kuat menahan beban. Bahannya kan bambu," kata Dali menduga penyebab ambruknya jembatan tersebut.
Baca Selanjutnya ...
Senin, 16 Januari 2012
Bendung Katulampa Siaga 4

Hujan yang mengguyur wilayah Bogor, Jawa Barat serta kawasan Puncak dan sekitarnya sejak Kamis malam hingga Jumat (13/1)pagi, mengakibatkan ketinggian air di Bendung Katulampa Bogor naik hingga 60 cm.Posisi ini, membuat penjaga Bendung Katulampa menetapkan siaga 4.“Ketinggian akan naik, karena kiriman air hujan dari Puncak subuh hingga pukul 09.00 belum tiba di sini. Jika terus hujan, maka ketinggian air Katulampa akan berhgerak naik,” kata Andi Yudirman, penjaga air Katulampa dilokasi.
Menurutnya, ada 13 anak sungai dikawasan puncak yang selama ini mensuplai air ke kawasan Katulampa yang berpotensi statusnya terus berubah, tergantung skala hujan,” paparnya.
Pantauan di lapangan, hingga pukul 09.00 WIB, ketinggian air sudah mencapai 60 cm. Ketinggian air tersebut, diperkirakan masih akan naik, karena, hingga saat ini, wilayah Bogor dan sekitarnya masih diguyur hujan.
“Ketinggian air mencapai 60 centimeter sejak 8.20 sudah bergerak ke angka 60 dari sebelumnya 20Cm,” ungkap Andi sambil menambahkan, ini debit air tertinggi di tahun 2012. (yopi/b)
sumber : beritabogor.com
Baca Selanjutnya ...
Senin, 15 Agustus 2011
Kondisi gunung Gede , dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Geologi Pos Pengamatan Gunungapi Gede yang berada di Desa Ciloto Kecamatan
Cipanas Telp (0263) 511343 Kabupaten Cianjur Jawa Barat sesuai Surat
Nomor : 06/42.02/BGV.P.GDE/2011 Tanggal 1 Juli 2011 perihal Laporan
Kegiatan Gunung Gede dijelaskan, bahwa dalam bulan Juni kegiatan Gunung
Gede dalam keadaan normal. Kondisi normal Gunung Gede tersebut dapat
terdeteksi dari keadaan visual, kegiatan Gunungapi itu sendiri dan kondisi
kegempaannya, yang tergambar sebagai berikut :
Keadaan Visual
Cuaca di sekitar pos pengamatan dalam bulan ini, umumnya cerah dan berawan
pada pagi hari, siang hari cerah dan berawan sedang sore hari cuaca cerah,
berawab dan sesekali turun hujan
Hujan yang tercatat sebanyak 14 kali, hujan gerimis sampai lebat
Hembusan angin umumnya tenang, dan kadang bertiup lemah dari arah tenggara
dan barat laut
Suhu udara tercatat maksimum 22,5 0C dan Minimum 19 0C
Keadaan Kegiatan Gunungapi
Kegiatan yang dapat diamati dari pos pengamatan, tidak menunjukkan suatu
perubahan permukaan yang mencolok
Puncak gunung gede sering terlihat jelas pada waktu pagi hari dan tidak
terlihat kepulan asap di atas kawahnya. Pada siang sampai sore hari sering
tertutup kabut
Pemantauan lain visual yang terkait erat hubungannya dengan aktivitas
vulkanik gunung gede tidak ada
Kegempaan
Pada Pesawat radio telemetri seismograf PS-2 terlihat beroperasi normal dan
merekam gempa sejumlah 120 kali terdiri dari : 9x gempa vulkanik A, 96x
gempa tektonik jauh, 15x gempa tektonik lokal
Sehingga status kegiatan Gunung Gede dapat disimpulkan masih dalam keadaan
NORMAL.
[ teks © TNGGP 072011 | ME - red ]
Kamis, 21 Juli 2011
Standard Prosedur Penggunaan Handphone untuk Pendakian di Gunung Gede Pangra...
Untuk itu, Taman Nasional Gn Gede Pangrango (TNGGP) mengharapkan agar para pendaki dapat menggunakan HP secara baik dan benar ketika pendakian untuk keselamatan dalam pendakian dan tidak menggangu satwa di sepanjang jalur pendakian. Tercatat 3 kejadian hilangnya pendaki di jalur Selabintana dan Cibodas sepanjang 2009-2010 dapat ditemukan menggunakan sistim komunikasi yang baik dengan HP. Adapun standard prosedur penggunaan HP adalah sebagai berikut :
1. Diharapkan seluruh HP dalam 1 Tim/kelompok pendaki harus dalam keadaan full, jika diperlukan dapat membawa battery cadangan.
2. Bungkuslah HP dengan plastic transparan agar tidak kemasukan air baik secara langsung maupun tidak langsung seperti embun, terpercik air hujan maupun sungai atau jatuh.
3. Sebelum mendaki kirimkanlah pesan (SMS) kepada orang yang anda percaya bahwa anda akan mendaki.
4. Simpanlah HP ditempat yang hangat/dibalut kain, hal ini dilakukan karena battery akan habis dengan sendirinya dalam suhu dingin, kemudian matikan HP, hal ini dilakukan mengingat ketinggian 1500 meter dpl sinyal sudah tidak ada, kecuali jalur Sukabumi, sinyal HP masih ada hingga ketinggian 2300 m dpl.
5. Hidupkan HP hanya untuk keperluan yang mendesak usahakan hanya SMS, jangan digunakan untuk menelepon, koneksi internet, menyalakan dan mendengarkan lagu, penerangan/senter.
6. Usahakan dalam 1 kelompok hanya 1 hp yang hidup, dan yang lain disimpan serta dimatikan. Hal ini dilakukan apabila anda tersesat masih ada persediaan alat komunikasi yang masih digunakan.
7. Teknik penggunaan HP apabila dalam keadaan kritis/darurat:
a. HP yang digunakan cukup 1 saja, sedangkan milik rekan yang lain disimpan dulu untuk cadangan. Cukup kirim pesan setiap 1 jam kepada orang yang dapat anda andalkan.
b. kirimlah pesan kepada rekan anda yang dapat diandalkan yang berisi : jalur pendakian, jumlah pendaki, kondisi kesehatan, persediaan logistic, air. Selain itu kirimkan deskripsi lokasi saat ini berada dan agar menghubungi petugas TNGGP di no 0263-512776/519415 (no telp tercantum dalam simaksi) contoh :
"kami di jalur Selabintana, jlh 6 org, 1 sakit demam, tdk ada obat, makanan cukup utk 1 hari lagi, air cukup, posisi dekat air terjun, terdengar suara gemuruh air, terdapat longsoran tanah besar, pohon2 besar dan bermacam jenis, telihat kota Sukabumi terutama menara …".
c. janganlah menerima atau menggunakan HP untuk berbicara kecuali persediaan battery/HP dalam satu kelompok dimungkinkan untuk bicara.
d. Jika memungkinkan gunakan koneksi internet untuk mengirim pesan ke rekan yang bisa di andalkan baik via e mail, e mail FB, maupun chating.
8. Dan apabila telah turun kembali, kirimlah pesan kepada orang yang ada percayai bahwa anda telah sampai dalam keadaan selamat.
9. Diharapkan dengan menerapkan prosedur penggunaan HP di TNGGP anda akan selamat dan tertolong berkat kesiapan dan kecakapan anda dalam menggunakan HP.
[ teks © TNGGP 072011 | P3 - red ]
RADIUS GUNUNG LOKON DIPERKECIL 3 KM DARI SEBELUMNYA 3,5 KM
Situasi terkini Gunung Lokon pada Kamis (21/7) menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan instrumental, masih terjadi tremor menerus dengan amplituda maximum 3 mm, laju deformasi 2.3 mm/hari, dan flux SO2. Sementara itu pemantauan visual menunjukkan bahwa masih terjadi hembusan asap dengan ketinggian maksimum sekitar 200 meter dari bibir kawah. Sebaran abu letusan mengarah Barat dan Barat Laut, mencapai lebih dari 7.5 km dengan ketebalan sekitar 1 mm. Lontaran material pijar maksimum menjangkau 2.5 km dari Kawah Tompaluan.


