Kamis, 15 Juli 2010

E-QSO

E-QSO atau kepanjangan dari Elektronik QSO adalah suatu layanan komunikasi suara jarak jauh dengan menggunakan media Internet untuk berkomunikasi antara satu stasiun dengan stasiun lainya, layanan E-QSO yang ada di Indonesia saat ini di sediakan oleh ORARI yang dapat diakses di alamat http://eqso.orari.net.
Saat ini sudah ada beberapa stasiun gateway di Bandung yang menggunakan layanan ini, diantaranya adalah:
1. YD1JEA Gateway Bandung Utara - UHF 431.000 mhz
2. YC1JEL Gateway Bojonagara - VHF 144.940 mhz


Untuk Download Manual EQSO dapat di Klik disini MANUAL BOOK INSTALASI E-QSO

Untuk Software e-QSO dapat di download Klik disini e-QSOv503
http://eqso.orari.net/status.html

Arstitektur E-QSO GATEWAY YD1JEA

Untuk koneksi Internet dari rumah ke Provider menggunakan WIFI 2.4 Ghz, yang diarahkan ke Provider dengan jarak 5 KM, kemudian dari Client AP, diturunkan ke Akses Point yang ada didalam Rumah agar semua komputer yang ada dirumah dapat mengakses Internet tanpa kabel, Salah satu komputer client yang ada dirumah disambungkan ke Radio Transceiver dengan menggunakan Kabel data yang dapat dibuat sendiri, lihat di http://eqso.orari.net, Radio yang digunakan untuk Gateway menggunakan YAESU FT 8800R, dipancarkan ke Udara pada frekuensi UHF 431.000 mhz, user yang monitor di frekuensi ini dapat menggunakan gateway YD1JEA untuk berkomunikasi dengan Rekan-rekan AMATIR dimanapun berada.

MENGGUNAKAN EQSO

Menggunakan eQSO

Dokumentasi ini membantu Anda menyiapkan fasilitas eQSO dasar di komputer Anda. Pada gambar di atas, posisi Anda seperti yang tergambar di sebelah kiri (YBØEO). Untuk bisa memanfaatkan eQSO, komputer Anda harus:

* PC standar (prosesor kelas Pentium I, kecepatan 200 MHz, memori 32 MB, ruang harddisk sisa minimal 1 MB, memiliki soundcard yang terpasang ke speaker, mic atau headset);
* Menggunakan sistem operasi Windows 95 atau lebih tinggi. Dalam dokumentasi ini, kami menggunakan Windows XP SP2. Bila Anda menggunakan Windows versi lain, tampilan atau perintah yang tampak mungkin berbeda;
* Ada koneksi Internet. Bandwidth yang dipakai adalah 15 Kbps, dengan demikian modem dial-up 33,6 Kbps sudah lebih dari cukup untuk menikmati layanan ini;
* Tersedia aplikasi khusus. Klik di sini untuk download eQSO RF Gateway… (nama file client_M0ZPD.exe 204.919 byte, dengan modem dial-up 33,6 Kbps akan terdownload dalam 1 menit).

Berikut adalah tahap-demi tahapnya:

1. Pastikan komputer Anda dapat mengakses server. Caranya, pilih menu Start è Run è cmd kemudian ketik ping eqso.orari.net seperti contoh ini.

Respon yang diharapkan adalah “Reply from x.x.x.x” menandakan koneksi Internet berjalan baik. Jika Anda mendapat balasan “Request timed out“, periksa apakah Internet Anda berjalan baik? Jika Internet Anda baik-baik saja, mungkin server eqso.orari.net yang sedang tidak aktif atau firewall di ISP Anda menolak koneksi Anda ke server.

2. Kadang-kadang, beberapa rekan salah mencolok jack mic ke lubang Line-in. Untuk itu pastikan Anda memasang mic di lubang Mic. Kadang-kadang Anda juga perlu mengatur setting recording dengan cara pilih menu Start è Run è sndvol32 /r kemudian centang pilihan Select pada kolom Microphone. Atur juga slider volume kira-kira pada posisi 50%.

3. Jalankan program client_M0ZPD.exe yang sudah Anda download. Layar yang tampil adalah sebagai berikut:

Yang perlu Anda ubah adalah sebagai berikut:

Server : eqso.orari.net

Port : 500

Room : Indonesia (atau lainnya)

Callsign :

Jika Anda seorang amatir radio, gunakan callsign Anda.Jika Anda bukan amatir radio, Anda bisa menggunakan callsign SWLxxxx di mana xxxx adalah angka acak sebagai pengenal diri (misalnya: SWL1234). Anda boleh berbicara HANYA JIKA tidak ada callsign yang berakhiran -L atau -R di ruang yang Anda kunjungi. Jika ada callsign yang berakhiran-L atau -R maka Anda harus mematikan mic Anda atau pindahlah ke ruangan lain yang tidak ada callsign -L atau -R.

Comment : Isilah dengan nama lengkap, kota dan propinsi.

Klik tombol Connect untuk terhubung ke server. Jika dalam waktu sekian lama tidak bisa terhubung, firewall di ISP Anda mungkin menolak koneksi Anda ke server.

4. Bila sudah ada yang bergabung di server, Anda dapat melihat mereka di layar. Silakan bergabung dengan mereka sesuai operating procedure yang biasa kita gunakan kala berbicara di udara. Software yang dipakai memiliki fasilitas VOX (Voice Operated Transmitter) sehingga jika ingin berbicara, tunggu sampai semua berhenti bicara baru kemudian Anda mulai berbicara.

Sumber : http://eqso.orari.net/?page_id=8

Baca Selanjutnya ...

Minggu, 04 Juli 2010

Pesawat Trike Jatuh di Gunung Wayang


Pesawat trike PKS 135 dengan pilot Noto dan Panji kontak terakhir pada pukul 13.00 WIB.
VIVAnews – Sebuah pesawat trike berpenumpang dua orang hilang di sekitar Gunung Wayang, Pengalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pesawat trike PKS 135 dengan pilot Noto dan Panji melakukan kontak terakhir pada pukul 13.00 WIB.

"Kami masih mencari posisi jatuhnya pesawat," ujar Kapolres Bandung AKBP Hendro Pandowo saat dihubungi VIVAnews, Minggu, 4 Juli 2010.Menurut Hendro pesawat terakhir melakukan kontak pada pukul 13.00 WIB. Menurut Hendro posisi terakhir pesawat trike berada di sekitar gunung Wayang. Saat ini polisi masih terus mencari posisi pesawat yang jatuh untuk melakukan evakuasi.

Sementara itu, Kapenkorpaskhas Letkol (Sus) Nairiza saat dihubungi VIVAnews membenarkan kabar tersebut. Dua pesawat trike PKS 135 dan PKS 201 sedang terbang dari lapangan udara Nusawiru, Pangandaran menuju Lanud Nusawiru, Kabupaten Bandung.

"Satu pesawat PKS 201 berhasil mendarat di Sulaeman sore tadi," ujarnya.

Pesan teks yang diterima wartawan dari TNI-AU menyatakan pesawat sipil Trike PKS 135 dikabarkan hilang kontak di sekitar Gunung Wayang/Sentosa Pangalengan S 07 15' 03.5" E 107 38' 08.9.

Laporan: Iwan Kurniawan | Bandung
Baca Selanjutnya ...

Rabu, 23 Juni 2010

Calon Pengantin Hanyut Diterjang Air Bah

TEMPO Interaktif, Bogor - Nasib sial menimpa Seorang pemulung bernama Ali Subhan, seminggu jelang pernikahannya Ali hanyut disapu aliran sungai Cijere, yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya di Kampung Bojong Baru Rt 04/03 Desa Citeureup Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor.Menurut penuturan calon ibu mertua Musleha (45), malam itu ia dikejutkan oleh kedatangan salah satu teman Ali bernama Nurahman, dalam kondisi basah kuyup. Kepada Musleha ia menjelaskan kalau dirinya bersama Ali terhempas air bah saat buang air di sungai.

Mendengar hal itu, Musleha langsung menyisir tepian sungai Cijere seorang diri. ''Saya nggak mau minta tolong tetangga mereka pada cape habis kerja," ujar Musleha, Selasa (22/6).

Pada kesempatan itu Musleha menceritakan, rencananya Ali akan menikah dengan anak perempuannya bernama Kholid, yang saat ini masih bekerja di Saudi. ''Rencananya anak saya pulang seminggu lagi, mereka mau menikah,'' katanya.

Saat ini di lokasi kejadian sudah diterjunkan tim pencarian korban dari Tim Reaksi Cepat Kab. Bogor, bersama warga mereka melakukan penyisiran di Sungai Cijere dengan menggunakan perahu karet.

DIKI SUDARAJAT
Baca Selanjutnya ...

Selasa, 22 Juni 2010

Cipakancilan Dikuras

Jurnal Bogor, 22 June 2010
Rubrik: Halaman Depan
Pencarian Sei Berakhir Hari Ini

Bogor - Sudah 13 hari tim SAR melakukan pencariaan jenazah Kim Young Sei (14), sejak pelajar asal Korea itu hanyut di Sungai Cikahuripan, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Selasa (8/6) lalu. Sebagai usaha terakhir, tim SAR rencananya akan melakukan penyisiran menyeluruh, lalu akan menguras anak Sungai Cisadane, Sungai Cipakancilan.Kooditor Tim Penyelamatan dan Pencarian, Anas Ridwan mengatakan, menguras Sungai Cipakacilan didasari analisis tim. “Kami menganalisis pasca ditemukan jenazah yang diduga Kim di kawasan Empang, 60 persen aliran sungai Cisadane masuk ke Sungai Cipakancila. Jadi kami berinisiatif untuk menguras air sungai untuk memastikan keberadaan jenazah,” kata Anas.
Pengurasan diawali dengan menutup pintu air Cipakancilan di kawasan Empang, Kota Bogor. Ditutupnya pintu air Cipakancilan tersebut akan berlangsung selama delapan jam, plus empat jam proses pencarian dan penyisiran.
Anas mengatakan, untuk menguras Sungai Cipakancilan telah meminta izin Dinas Irigasi dan Pengairan Jawa Barat, sebab sungai tersebut terhubungan dengan saluran irigasi untuk area persawahan di kawasan Dramaga, sehingga perlu ada antisipasi sebelumnya.
Menurut Anas, pencarian tersebut merupakan puncak pencarian terhadap jenazah siswi British Internsional School (BIS) itu. Melihat kondisi aliran sungai, diprediksikan kondisi jenzah sudah tidak utuh.
“Kita akan melakukan penyisiran secara menyeluruh dari lokasi jatuhnya korban hingga pintu air Serpong, dengan menurunkan kekuatan seperti awal pencarian, yakni 800 orang,” katanya.
Lantas berapa jarak tempuh pencarian? Tak kurang dari120 kilo meter akan disisir, dari lokasi awal jatuh hingga pintu air Serpong Tanggerang. Ia berharap pencarian Kim dapat membuahkan hasil.
“Kita meminta tim yang awal ikut mencari untuk turun kembali. Pencarian akan dilakukan dengan jalur darat, air dan penyelama juga akan melibatkan anjing pelacak,” tambah Anas.
Sekedar mengingatkan, Sei ditelan arus saat melakukan outbound bersama rekan-rekan sekolahnya di Pancawati Outdoor Trainning (POT) di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

= Julvahmi | Ant
Baca Selanjutnya ...

Senin, 21 Juni 2010

Empat Remaja Hanyut di Kali Cianten

Senin, 21/06/2010 - 04:15
BOGOR, (PRLM).- Maksud hati hendak menolong dua temannya yang terpeleset masuk ke Kali Cianten, Desa Galuga, Kec. Cibungbulang, Kab. Bogor, justru empat remaja hanyut terbawa arus kali pada Minggu (20/6) siang. Sampai pukul 22.00 WIB, keempat remaja tersebut belum ditemukan dan tim SAR sedang melakukan upaya pencarian.Informasi yang diperoleh “PRLM” dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Kab. Bogor, keempat remaja tersebut yang hanyut adalah Syarif bin Panji (15), Yogi bin Saef (16), Ahda bin Rosadi (16), dan Indra bin Ana (17) warga Desa Galuga RT 17/RW 6, Kec. Cibungbulang, Kab. Bogor.

Ketua TRC Kab. Bogor Budi Aksomo yang dihubungi “PRLM” Minggu malam mengatakan, pihaknya bersama tim SAR lain sudah membawa sejumlah perahu karet dan mengerahkan sejumlah petugas untuk melakukan pencarian keempat korban tersebut. “Sampai sekarang baru akan dilakukan proses pencarian keempat korban tersebut,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh, keempat orang itu semula hendak membantu dua temannya yang terpeleset masuk ke Kali Cianten. Satu orang pertama yang dibantu oleh dua rekannya berhasil diselamatkan dan dibawa naik ke atas. Kemudian, dilakukan pertolongan terhadap satu rekannya lagi. Namun, setelah menyelamatkan temannya, empat remaja yang masuk ke kali tersebut justru hanyut dibawa arus kali. “Keempat remaja tersebut hanyut setelah berhasil membantu kedua temannya,” kata Budi Aksomo.

Kali Cianten diperkirakan kedalaman airnya mencapai 4 meter dengan lebar sungai sekitar 20 meter. Aliran kali ini berhubungan nantinya dengan Kali Cisadane dengan muaranya di daerah Rumpin dan Tangerang.

Pada saat kejadian, cuaca di daerah Galuga, Kec. Cibungbulang tidak dalam keadaan hujan. Namun, kata Budi, pada lokasi kejadian merupakan tempat pusaran air. “Kemungkinan keempat remaja tersebut terjebak di pusaran air yang cukup deras,” jelasnya.

Tim SAR gabungan mendapatkan informasi kejadian tersebut pada pukul 16.30 WIB. Sementara, kejadian sendiri berlangsung pada puku 13.00 WIB. Sampai pukul 22.00 WIB, berbagai peralatan untuk mencari keempat korban sudah ada di lokasi kejadian bersama petugas.

Kapolsek Cibungbulang, Bogor AKP Amas saat dihubungi wartawan menambahkan, keempat ABG tengah bermain masak-masakan bersama temannya di tepi sungai tersebut. Dua anak kemudian mandi-mandi di sungai. Setelah beberapa lama, salah satu korban berteriak meminta tolong. Keempat korban kemudian terjun ke sungai itu untuk menyelamatkan temannya. “Kedua temannya yang hanyut dapat terselamatkan. Namun, keempat korban yang menyelamatkan mereka justru hanyut dan tenggelam,” katanya. (A-134/das)***
Baca Selanjutnya ...

Senin, 14 Juni 2010

Dubes Korsel Berterimakasih Pada Relawan


Laporan wartawan KOMPAS Ratih P Sudarsono.

BOGOR, KOMPAS.com - Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Ho-Young menyatakan terima kasih kepada semua pihak di Bogor dan Jakarta yang membantu mencari Kim Young Sei (14), yang hingga Sabtu (12/6/2010) belum ditemukan. Sekitar 700 relawan kemarin kemballi menyelusuri dan menyelam di Sungai Cisadane untuk mencari korban."Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah di Bogor dan juga polisi, tentara, relawan, khususnya masyarakat umum, yang membantu mencari seorang warga kami Kim Young Sei," kata Kim Ho-Young di pos komando pengendalian opeasi pencarian Kim Young Sei di Kantor Bank NISP Cabang Bogor di Jalan Pajajaran, Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu pagi.

Duta Besar Korea Selatan menyatakan puas atas kerja tim operasi pencarian korban, yang dinilainnya cukup bagus. Peralatan dan perlengkapan yang dimiliki tim operasi sama dengan yang digunakan di Korea Selatan jika menghadapi operasi semacam. "Saya senang melihat keseriusan operasi pencarain ini," katanya.

Ia menambahkan, saat ini ada sekitar 35.000 orang warga negara Korea Selatan di Indonesia. "Dari jumlah tersebut, 2.000 sampai 3.000 adalah pelajar yang bersekolah di sini. Hilangnya Kim Young Sei merupakan berita sedih bagi warga Korea, namun demikian ini tentunya tidak menyurutkan warga kami untuk datang berwisata ke Indonesia," katanya.

Kemarin, sekitar 700 orang diterjunkan mencari Kim Young Sei yang hilang terbawa air bandang di Sungai Cikahuripan di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor pada Selasa sore lalu.

Para pencari tersebut antara lain personel dari Polres Bogor, Polres Kota Bogor, Korem 061/Surakancana, Brigif 13 Linud Kostrad, Yon Intai Amfibi 2 Marinir, Yoninfantri 315/Garuda, Yon 23 Kopassus Bogor, Basarnas, Tagana Kota Bogor, TPB Kabupaten Bogor, dan Polmas Bogor.

"Tentara yang dikerahkan ke sini semuanya di bawah komando Basarnas. Kami dari Korem hanya mengkoordinir pasokan logistik buat mereka," kata Kepala Seksi Operasi Korem 061/Suryakancana Letkol Infatri Rio Irdianto di lokasi pencarian di Desa Semplak Barat, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Kapten Marinir Mahfud Dwi yang berada di Sungai Cisadane di Desa Semplak mengatakan, dari lima kilometer sungai yang diarungi mulai dari bahwa jembatan RPH Kota Bogor dari pagi sampai siang, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

"Kondisi sungai memang banyak palungnya. Tim saya sendiri paling tidak sudah menyelam di 10 palung. Kedalaman palung atau cekungan antara empat meter sampai 10 meter. Ada palung yang panjangnya sampai 20 meter. Selain menyelami palung, kami juga meneliti dasar sungai yang berpasir atau berlumpur," katanya.

Danyon Intai Amfibi 2 Marinir Mayor Marinir Edy Cahanto, yang juga melakukan penyelaman, mengatakan, angotanya yang turun langsung melakukan pencarian di sungai ada 11 orang yang dibagi dalam dua tim.

"Kami membawa enam tabung yang masing-masing berisi oksigen 120 PSI untuk menyelam sekitar dua jam. Kami juga membawa kompresor untuk pengisian ulang oksigen yang ditangani tim darat kami," katanya.

Ayah dan ibu Kim Young Sei kemarin juga ada di Bogor. Keduanya bersama Basuki Kusuma melihat kondisi Sungai Kahuripan dan Cisadane dari udara dengan menggunakan helikopter Susi Air. Basuki adalah orang tua Sagara (14), teman sekelas Young Sei. Basuki-lah yang memfasilitasi terbentuknya Puskoldal pencarian Young Sei di Kantor Bank NISP. Keluarga Basuki pemegang saham juga di bank tersebut.

Orang tua korban juga mendapat penjelasan kegiatan pencarian korban hari itu di Poskodal di kantor NISP. "Apakah semua lokasi sungai sudah didatangi, karena dari atas saya lihat dari udara, sungai itu banyak cabang-cabang kecilnya," kata Ny Kim.

Basuki menenangkan Ny Kim dengan mengatakan, tim SAR melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Cisadane termasuk ke aliran irigasi yang bersumber dari Cisadane.
Baca Selanjutnya ...

Berita Hari Ini

Product Radio

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango [National Park]

Berita Bogor

BBCIndonesia.com | Utama

Teman Poskodal

 

Copyright © 2009 by Pos Komando Pengendali