Sindonews.com - Jasad Didik Wijayanto (20) mahasiswa jurusan Kimia Analisis Diploma III IPB, yang tenggelam di Sungai Ciliwung, Tanah Sareal, Kota Bogor pada Selasa (26/2/2013) lalu, akhirnya ditemukan warga dalam kondisi mengambang Rabu (27/2/2013) sore.
Informasi dihimpun menyebutkan, jasad mahasiswa asal Lampung itu ditemukan warga setempat, yang ikut melakukan pencarian bersama tim Search And Rescue (SAR) gabungan, pada pukul 17.10 WIB, sekitar 200 meter dari awal lokasi jatuhnya korban.
Baca Selanjutnya ...
Rabu, 27 Februari 2013
Kecelakaan Maut di Puncak
Seluruh korban tewas, luka berat, dan ringan lantas dievakuasi ke RSU Cimacan Cianjur. Sebanyak 12 penumpang diketahui meninggal di tempat. Sementara lima penumpang lainnya meninggal dalam perawatan medis di RSU Cimacan.
Suasana di RSU Cimacan terlihat begitu sibuk. Tim medis dibantun relawan PMI, TNI/Polri, serta elemen lainnya, membantu proses identifikasi korban tewas. Berdasarkan pendataan sementara, dari 17 korban tewas, 14 di antaranya sudah teridentifikasi. Sementara korban luka berat dirujuk ke RSUD Cianjur.
Sopir bus, Pandi (45), belum bisa dimintai keterangannya. Dia mengalami luka pada bagian kepala. Hingga sore kemarin, Pandi masih tergolek lemah di atas blankar di bawah penjagaan ketat aparat kepolisian.
Kapolres Cianjur AKBP Agustri Heryanto mengatakan, bus rombongan padat penumpang itu berangkat dari Bogor dengan tujuan tempat berziarah ke Makam Dalem Cikundul di Cikalongkulon. Dia belum bisa memastikan penyebabnya. "Kita masih terus menyelidikinya," kata Agustri, Rabu (27/2/2013)
Dia menambahkan, polisi juga belum bisa memastikan juga apakah bus tersebut layak jalan atau tidak. Sebab, kata dia, harus ada pengecekan kendaraan terlebih dulu. Seharusnya, lanjut Agustri, pihak perusahaan bus yang melakukan pengecekan.
"Sebetulnya kita rutin melakukan pengecekan angkutan-angkutan umum. Tidak hanya kendaraan, tapi juga kondisi fisik sopirnya. Kita rutin lakukan hal itu, tidak hanya pada saat menjelang Lebaran. Hanya, sejauhmana pihak perusahaan sendiri melakukan pengecekan-pengecekan itu," tegasnya.
Bus nahas itu mengangkut 65 peziarah asal Kampung Kemang dan Bojong, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Rencananya, rombongan akan berziarah ke Makam Dalem Cikundul di Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur. Mereka lantas menumpang bus yang dikemudikan Pandi (45), warga Kampung Cibeuning RT 04/08 Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor.
Nahas, sebelum tiba di lokasi, bus menabrak tembok penahan tebing. Belum diketahui persis penyebabnya. Hanya saja beberapa kilometer sebelum terjadi kecelakaan, sejumlah penumpang sudah merasakan gelagat tak mengenakkan.
Entah mengalami rem blong atau faktor lainnya, bus tiba-tiba saja nyelonong hingga menabrak tembok penahan tebing. Kondisi jalan menurun dan menikung serta terdapat lubang di badan jalan, kemungkinan besar menjadi faktor lain penyebab kecelakaan tunggal itu.
Versi lain menyebutkan, kecelakaan diduga terjadi lantaran sopir bus menghindari tabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Bus kemudian hilang kendali setelah sopir membanting setir ke kiri. Di jalan menurun, bus kemudian menabrak tebing.
Wakapolda Jabar Brigjen Pol Rycko Amelza mengatakan, jalur Jalan Raya Puncak di Kampung Pengkolan Desa Ciloto Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur memang rawan kecelakaan lalu lintas. Kondisi itu diperparah dengan minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU).
"Kita pasti akan lakukan evaluasi sambil menunggu traffic accident analisys. Jalur jalan memang rawan kecelakaan. Kita sebetulnya sudah memasang rambu peringatan dan pemberitahuan agar pengemudi berhati-hati. Hanya saying, jalur-jalur rawan kecelakaan itu minim PJU," kata Rycko.
Dia pun tak menampik kondisi jalan merupakan turunan tajam. Dengan kondisi jalan seperti itu, kata dia, kendaraan dalam kecepatan tinggi bisa sulit tertahan. "Bisa bablas kalau dalam kecepatan tinggi karena kondisi jalan menurun tajam," tuturnya.
Bupati Bogor Rahmat Yasin yang datang langsung ke RSU Cimacan mengaku akan menanggung seluruh biaya perawatan korban. Termasuk korban luka berat yang saat ini dirujuk ke RSUD Cianjur.
"Pemkab Bogor akan tanggung semua biaya perawatan. Korban luka berat yang dirujuk ke RSUD Cianjur akan kami bawa untuk dirawat di rumah sakit di Bogor. Saya juga melihat kondisi bus yang kemungkinan besar tidak layak jalan," kata RY, sapaan akrab Rahmat Yasin. [den]
Sumber : inilah.com
foto : liputan6.com
Baca Selanjutnya ...
Teliti air Sungai Ciliwung, mahasiswa IPB tenggelam
Sindonews.com - Mahasiswa Diploma III, Institut Pertanian Bogor (IPB), Jurusan Analisis Kimia, Didik Wijaya (20), hilang terseret arus Sungai Ciliwung, Gang Tanu, Kelurahan/Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Informasi dihimpun menyebutkan, peristiwa nahas itu terjadi sekira pukul 05.00 WIB, saat mahasiswa semester IV itu tengah meneliti air sebagai tugas kampus bersama Fajrianah, 20, rekannya.
"Saya menunggu di motor dekat jembatan, sedangkan dia (korban) turun ke bawah untuk mengambil sample air. Setelah ditunggu hampir 45 menit, teman saya enggak balik lagi," kata Fajrianah, saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (26/2/2013).
Dia menambahkan, tugas kampus memerintahkan untuk mengambil sample air Sungai Ciliwung di bawah jam 06.00 WIB. "Sehingga kita berinisiatif mengamil sample air. Setelah salat subuh, sekira pukul 05.00 WIB," tuturnya.
Diduga, Didik tenggelam karena tak bisa berenang di Sungai Ciliwung yang memiliki kedalaman lima meter, ditambah derasnya pusaran air. Hingga pukul 13.00 WIB, tim Search And Rescue (SAR) gabungan TNI, Polri, Tagana, dibantu warga sekitar masih melakukan pencarian.
Dengan menggunakan pelampung, dua petugas melakukan penyisiran sungai. Namun hingga saat ini, korban masih belum ditemukan. Selain itu, petugas juga sudah menyiapkan perahu karet untuk membantu proses pencarian.
Pantauan di lokasi, ratusan warga mulai memadati lokasi kejadian. Warga melihat proses pencarian dari jembatan SMK Yapis yang posisinya berada di atas lokasi terseretnya mahasiswa IPB tersebut.
(san)
Sumber : Haryudi - Koran Sindo
Baca Selanjutnya ...
Kamis, 10 Mei 2012
Sukhoi ditemukan di pinggir tebing Gunung Salak
Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang hilang sejak kemarin, saat ini sudah ditemukan. Melalui pantauan udara, Timsar menemukan pesawat buatan Rusia itu berada di pinggir tebing Gunung Salak yang berada di atas ketinggian 5.500 FT atau sekitar 1800 meter DPL.
"Sudah ditemukan 10 menit lalu di pinggir tebing," kata Dinas Penerangan Lanud Atang Sanjaya Mayor Ali Amri Lubis, kepada merdeka.com, Kamis (10/5).
Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Sukhoi Superjet 100 hilang kontak di kawasan Bogor, Jawa Barat sekitar pukul 14.51 WIB, Rabu (9/5). Pesawat itu berada di Indonesia dalam rangka demonstrasi penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pertunjukan keliling (road show) yang dilakukan oleh maskapai penerbangan Sukhoi Civil Aircraft di sejumlah negara di Asia Tenggara dan Asia Tengah. Pesawat itu mengangkut 42 penumpang dan 8 warga negara Rusia.[dan]
sumber : merdeka.com
Baca Selanjutnya ...
Rabu, 09 Mei 2012
Pencarian Sukhoi Malam ini dihentikan Sementara
Pencarian udara terhadap pesawat Sukhoi Superjet 100, yang hilang kontak saat melintas di kawasan Gunung Salak, Bogor, Rabu (9/5) diberhentikan malam ini. Sebab, kabut tebal yang melanda kawasan Gunung Salak saat ini tidak memungkinkan pencarian dilanjutkan.
"Pencarian udara akan dilanjutkan besok pagi. Malam ini kami andalkan pencarian darat yang terdiri dari anggota Basarnas, TNI AD dan AU dan kepolisian," kata Ketua Basarnas Marsekal Madya Daryatmo dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
Menurut dia, sejak pesawat asal Rusia itu dikabarkan hilang kontak, pihaknya telah mengirim dua helikopter untuk melakukan pencarian.
"Kami langsung menerbangkan dua heli dari Halim dan Bogor tapi karena cuaca tidak memungkinkan, awan hitam dan angin kencang, heli kembali ke Halim dan Bogor," kata dia.
Seperti diketahui, pesawat Sukhoi Superjet 100 mengalami hilang kontak saat terbang di kawasan Gunung Salak, Bogor sekitar pukul 14.51 WIB. Pesawat diketahui membawa 42 penumpang dan 8 warga Rusia, termasuk pilot, kru pesawat, dan petinggi Sukhoi.[dan] Sumber : merdeka.com
Baca Selanjutnya ...
Sukhoi Superjet 100 yang hilang kontak di kawasan Bogor
Dari 36 penumpang yang terbang dalam joy flight Sukhoi Superjet 100 yang hilang kontak di kawasan Bogor, didominasi oleh staf dari industri penerbangan baik nasional maupun internasional.
"Karena undangannya kan langsung ditujukan ke maskapai penerbangan. Demo penerbangan untuk maskapai beberapa negara," ujar Sekretaris Jenderal asosiasi maskapai penerbangan nasional (INACA) Tengku Burhanuddin kepada merdeka.com, Rabu (9/5).
Dari daftar penumpang Sukhoi Superjet 100 yang diperoleh merdeka.com, staf maskapai penerbangan Sky Aviation yang terbanyak, yakni 10 orang. Selain itu, ada pula staf dari maskapai penerbangan PT Kartika Air Lines (KAL), Pelita Air Service, Putera Antha Dirgantara, Aviastar, Airfast, hingga salah satu industri penerbangan nasional yakni PT Dirgantara Indonesia (DI). "Kebanyakan memang dari maskapai penerbangan yang ikut," kata Tengku.
Selain dari maskapai penerbangan, beberapa wartawan juga dikabarkan turut serta dalam joy flight Sukhoi Superjet 100. Dari daftar penumpangm terdapat beberapa jurnalis dari berbagai media semisal Trans TV, majalah Angkasa, serta Bloomberg.
Berikut daftar penumpang joy flight Sukhoi Superjet 100:
1. Ahmad Fazal (IndoAsia)
2. Insan Kamil (IndoAsia)
3. Edward Edo M (IndoAsia)
4. Ismie (TransTV)
5. Aditya Sukardi (Transtv)
6. Indra Halim (PT KAL)
7. Riefyan S (PT KAL)
8. Dody Aviantara (majalah Angkasa)
9. Yusuf (majalah Angkasa)
10.Femi (Bloomberg)
11.Stephen Kamaci (IndoAsia)
12.Capt.Aan (Kartika Air)
13.Yusuf Ari Wibowo (Sky Aviation)
14.Maria Marcella (Sky)
15.Henny Stevani (Sky)
16.Mai Syarah (Sky)
17.Dewi Mutiara (Sky)
18.Sussana Vamella (Sky)
19.Nur Ilmawati (Sky)
20.Rossy Withan (Sky)
21.Anggi (Sky)
22.Aditya (sky)
23.Kornel M Sihombing (DI)
24.Edi Satriyo (Pelita Air)
25.Darwin Pelani (Pelita Air)
26.Gatot Purwoko (Airfast)
27.Budi Rizal (Putera Antha Dirgantara)
28.Syafruddin (Carpedrem Mandiri)
29.Peter Adler (Sriwijaya)
30.Herman Suladji (Air Maleo)
31.Donardi rahman (Aviastar)
32.Eloni (Kartika)
33.Hurdiana Wiyanda (Kartika)
34.Arief wahyudi (TR)
35.Nam Tran (Snecma)
36.Rudi Darmawan (IndoAsia)
[oer] Sumber : merdeka.com
Baca Selanjutnya ...
Langganan:
Postingan (Atom)



